Gempa Sumbar

Peta Struktur Patahan Besar Sumatera Segmen Singkarak-Sianok

Peta Struktur Patahan Besar Sumatera Segmen Singkarak-Sianok

Iseng-iseng searching di google dengan kata kunci: geologi sumbar, saya menemukan blog yang menarik mengenai gempa bumi di Sumatera Barat. Blog ini memuat wawancara tentang kejadian gempa bumi tahun 2007 silam. Nah, kebetulan sumber yang diwawancarai adalah rekan kerja penulis  dan salah satu senior geologist di kantor kita yaitu Ir. Nuzuwir. Saat ini beliau menjabat Kepala Seksi Geologi Umum di Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sumatera Barat.  Beliau diwawancari oleh Koran Singgalang tahun 2007 mengenai fenomena gempa yang terjadi pada waktu itu.

Dengan izin beliau beserta sedikit revisi yang langsung beliau sampaikan ke penulis, maka hasil wawancara tersebut saya posting lagi karena memuat informasi penting mengenai gejala gempa bumi di Sumatera Barat. Berikut hasil wawancaranya :

Gempa sering terjadi di Sumbar, sebenarnya bagaimana kondisi daerah ini?
Kalau kita berbicara masalah gempa, Indonesia secara umum adalah daerah rawan. Setiap menit, seismograf mencatat terjadinya gempa di Indonesia. Tetapi tidak dirasakan oleh manusia, lantaran kekuatannya relatif kecil. Namun, bila berada di atas 4 skala richter baru bisa dirasakan oleh getarannya. Bila berbicara tentang Sumatra Barat, sudah pasti jawabannya adalah salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Itu terjadi akibat, Pulau Sumatera berada di atas patahan besar Sumatra atu patahan semangko.


Daerah mana saja di Sumbar yang menjadi patahan atau episentrum gempa?
Cukup banyak sekali, dan daerah ini menjadi daerah terparah bila terjadi gempa. Seperti mulai dari Muara Sipongi-Panti-Lubuk Sikaping-Ngaraik Sianok-Pinggiran Danau Singkarak-Gunung Talang-Danau Di Atas dan Di Bawah-Air Dingin-Muaro Labuh-Gunung Kerinci. Oleh sebab itu, masyarakat yang berada dalam kawasan tersebut harus berhati-hati dan tetap waspada setiap saat

Sudah berapa lama patahan ini ada?
Patahan ini sudah lama terjadi, sebelum Sumatra ini terbentuk. Terjadinya patahan akibat dari patahan/sesar transform (geser) yang bersumber dari dasar laut. Patahan semangko itu dimulai dari Teluk Semangko di ujung Sumatra sampai ke Teluk Andaman di Pulau Nicobar. Sampai di teluk tersebut, spreading (pemekaran). Dari sinilah, sumber terjadinya pergerakan lempeng kulit bumi karena adanya magma yang keluar ke permukaan.


Maksudnya?
Terdapat pertemuan dua lempeng besar di Pulau Sumatera, lempeng Samudra-Hindia-Australia dan lempeng Eurasia atau disebut juga lempeng benua. Ketika magma bergerak memberikan tekanan ke lempeng Samudra Hindia-Australia dan tekanan itu semakin lama semakin kuat. Sementara lempeng Eurasia cenderung bersifat pasif. Karena tekanan yang terus semakin kuat, sehingga terjadi beberapa patahan. Akibat patahan tersebut terlepaslah energi yang selama ini tersimpan dan menghasilkan gempa. Patahan itulah yang menjadi episentrum gempa.


Di mana sajakah patahan terdapat?
Patahan ini ada di daratan maupun di lautan. Bila terjadi gempa akibat dari patahan di darat maka akan menimbulkan akibat kerusakan yang amat parah. Apalagi episentrumnya, sangat dekat atau beberapa kilometer kedalamannya. Dan ini, tak menyebabkan terjadinya tsunami. Lain hal, bila gempa terjadi akibat patahan di laut bisa berpotensi tsunami.


Apakah setiap terjadi gempa di laut, menyebabkan terjadinya tsunami?
Tidak selalu, tergantung kepada kondisi atau bentuk patahan yang terjadi. Bila patahan itu turun alias terjadinya penurunan pada dasar laut yang cukup jauh, maka akan terjadi tsunami yang cukup hebat. Tetapi, bila patahan itu dalam bentuk pergeseran saja maka itu tak apa-apa, tak ada terjadi tsunami kecuali gelombang pasang yang cukup besar 1-2 meter.


Penyebab tsunami, apakah selalu patahan di laut?
Tidak juga, banyak penyebab tsunami selain patahan. Contohnya, letusan gunung berapi baik yang muncul maupun di dasar lautan. Di samping itu, longsor besar di dasar laut. Besarnya gelombang laut yang dihasilkan, hampir sama saja tergantung besarnya kekuatan masing-masing yang terjadi.


Benarkah bila terjadi gempa besar di palung Mentawai, daerah pesisir di Sumbar masih cukup aman lantaran terhalang oleh pulau-pulau di Mentawai?
Tidak, malah akan bisa lebih hebat. Karena gelombang laut yang terjadi akibat patahan di palung Mentawai melewati selat Bunga laut antara Siberut dengan Sipora dan pas sekali mengarah ke kota Padang. Apalagi, bila terjadi gempa di Kepulauan Batu, akan memicu gelombang tsunami yang sangat dasyat.


Bisa diprediksi kapan itu terjadi?
Wallahu a’lam, tak satu pun alat canggih yang bisa memprediksi kapan itu terjadi. Atau ilmu manusia pun, tak sanggup untuk mengetahuinya. Semuanya. bisa terjadi kapan saja sesuai kehendak yang Maha Kuasa. Tinggal dari kitanya saja menyikapi dengan baik. Bila berbuat yang baik, sesuai dengan perintah Tuhan mungkin musibah atau bencana itu bisa ditunda atau tak bakal terjadi. Lain hal, bila manusia sudah merusak dan berbuat maksiat serta keingkaran di muka bumi, maka sesuatu yang menakutkan itu pasti bakal terjadi.

Bagaimana kondisi lempeng tersebut saat ini?
Lempeng Samudra Hindia-Australia telah mengalami pergeseran hingga 11 sentimeter setahun. Sementara, lempeng benua di sekitar pulau-pulau Mentawai mengalami pergeseran 2-3 sentimeter setahun. Jadi yang paling ditakuti saat ini, bila terjadi patahan hebat pertemuan dua lempeng besar di palung Mentawai tersebut antara lempeng Erusia dan lempeng Samudra Hindia Australia.


Bila gempa berkuatan besar telah terjadi, benarkah gempa kecil yang akan menyusul?
Tidak juga, bisa jadi gempa lebih besar bakal terjadi. Tergantung kondisi dan situasinya saja. Sebagai contoh di Pulau Simeuleu, Aceh tersebut, pada tahun 2002 lalu terjadi gempa dengan kekuatan 7,2 skala richter yang menyebabkan puluhan nelayan tenggelam. Dari peristiwa ini masyarakat belajar banyak, dan ketika terjadi gempa hebat berkuatan 9,2 SR masyarakat pulau itu langsung pergi ke tempat tinggi dan menyelamatkan diri. Sehingga, ketika terjadi tsunami tak satu pun warga di sana yang menjadi korban dan mereka selamat.

Gempa yang terjadi tanggal 12 dan 13 September lalu episentrumnya di mana?
Tanggal 12 September di barat daya daerah pesisir Bengkulu, tepatnya beberapa kilometer dari bibir pantai di laut dengan kekuatan 7,9 SR. Lalu, gempa kedua tanggal 13 September terjadi di Barat Daya Kerinci, artinya di tengah laut juga yang jaraknya lebih dekat ke bibir pantai. Begitu juga dengan gempa yang ketiga terjadi sekitar pukul 13.00 WIB sangat dekat pada daerah pantai Pesisir Selatan sehingga membawa kerusakan sangat parah di daerah Lunang Silaut.


Apakah terjadinya gempa membawa pengaruh terhadap gunung berapi?
Memang ada membawa pengaruh, lantaran goncangan gempa tersebut membuat magma yang berada dalam perut bumi mendesak henda keluar. Bila guncangan itu cukup besar, tak lama setelah itu dapat membuat gunung berapi yang masih aktif meletus dan mengeluarkan
lahar yang panas.


Bagaimana dengan gunung berapi yang masih aktif di Sumbar, seperti Gunung Merapi dan Talang?
Mudahan-mudahan, apa yang kita kwatirkan tak terjadi. Hanya berdoa dan mendekati diri kepada Alah SWT yang harus dilakukan sesegera mungkin bagi umat manusia saat ini.

Apa yang harus dilakukan oleh masyarakat pasca gempa dan ancaman tsunami?
Masyarakat harus mengetahui lokasi tempat tinggalnya, apakah berada pada daerah yang rawan gempa atau tsunami. Bila berada pada daerah itu, harus segera pindah.

Bagaimana dengan bangunan?
Bangunan yang ada di harus kuat dan sesuai dengan kontruksi bangunan yang benar sesuai dengan perhitungannya. Bangunan yang aman di Sumbar ini, adalah dua lantai. Jika lebih dari itu, mempunyai resiko yang cukup tinggi apalagi pondasi atau kontruksi bangunannnya tidak kokoh.


Bagaimana Anda melihat kondisi bangunan di Sumbar saat ini?
Bila kita lihat bangunan baru sebagian besar cukup kokoh, terutama gedung publik atau perkantoran. Lain hal dengan dengan bangunan yang lama, kebanyakan belum memenuhi standar keamanan bangunan.


Buat bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, apa yang harus dilakukan?
Bila kerusakannya tergolong ringan, mungkin masih bisa ditempati dengan memperbaiki sedikit saja. Lain hal bila, kerusakan itu tergolong sedang dan berat. Bangunan itu, dihancurkan dan di bangun kembali. Sebab, jika tetap dipergunakan juga maka bakal menanggung resiko yang cukup tinggi.


Makna apa yang bisa diambil dari fenomena alam tersebut?
Umat manusia, harus merenung dan mengintropeksi diri atas apa yang telah dilakukan. Dan melakukan perubahan, ke arah yang lebih baik dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya.
(dikutip dari blog Musriadi Musanif berdasarkan wawancara Harian Umum Singgalang, Edisi Minggu 23 September 2007)

About these ads

6 Balasan ke Gempa Sumbar

  1. Deni Irawan, ST mengatakan:

    Wawancara yang cukup menarik. bagus, teruskan karyamu Hayan…..

  2. greenschist mengatakan:

    Trims den. Aku cuma ingin sharing dengan teman yg lain barangkali bermanfaat :)

  3. inzuddin mengatakan:

    goood…bagus, kondisi daerah qta dipublikasi via media yg begini, perbanyak aja tt mitigasi bencana dan potensi sumber daya mineral

  4. greenschist mengatakan:

    Trims Da. Tolong juga kasih masukan dan saran untuk pengembangan blog ini, kalau perlu dengan data sekalian hehehehe :D

  5. sibullae mengatakan:

    walah…walah..klu gini penjelasan bencana alam ya..nanti orang padang pada kabur….mas
    berikan penyejuk dong…biar bencana itu datangnya besok tapi penyejuk akan menentukan mental dan sikap masyarakat awak tu untuk menghadapi bencana alam…..

    • greenschist mengatakan:

      @sibullae: terima kasih atas comment-nya mas…saya di sini mencoba menampilkan fakta berdasarkan hasil wawancara di atas. Kalau kedengarannya kurang sejuk itulah fakta, biarkan masyarakat (khususnya sumbar) memiliki pengetahuan mengenai bencana agar lebih waspada sehingga dapat meminimalisir dampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: